BREAKING NEWS

About

free counters

Senin, 21 Februari 2011

“Sampah Cermin Kedisiplinan Masyarakat"

Kita tentu pernah mengunjungi beberapa kota dengan kesan yang berbeda-beda. Kota-kota itu ada yang tampak bersih, rapi, dan indah. Usaha mempercantik kota telah menjadi program setiap pemerintahan daerah setempat dan masyarakatnya. Wajah-wajah kota dipoles dengan tujuan agar tampak lebih cantik, menarik, menggairahkan, serta agar terciptanya kesehatan.
Sebaliknya kita juga pernah melihat kondisi kota yang berlawanan. Kondisi kota yang kotor dan tidak menarik, misalnya bungkus-bungkus rokok dan sobekan surat kabar berceceran, aneka warna plastik, dan berbagai macam jenis sampah yang lain berserakan di tanah. Keadaan itu, disebabkan oleh ulah anggota masyarakat yang belum memahami akan pentingnya kebersihan. Beberapa hal lain yang dapat dicontohkan, misalnya para pedagang makanan yang membuang sampah usahanya di sembarang tempat. Di antara pedagang-pedagang itu ada yang membuang air pembersih piring dan mangkuk di tempat-tempat umum. Mereka pun ada yang meletakkan sampah-sampahnya di tepi jalan. Akhirnya, sampah-sampah itu memberntuk anggolan sampah yang menjijikan. Keadaan ini tentu tidak menarik bagi siapa saja yang melihatnya. Selain itu, keadaan ini juga akan mengurangi tingkat kesehatan masyarakat.
Masalah sampah sangat erat kaitannya dengan sikap kedisiplinan masyarakat. Beberapa kota besar dan kecil sudah mencoba memelopori cara-cara penanggulangan sampah dengan sistem denda. Siapa saja yang membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, akan dikenakan denda. Mereka harus membayar sejumlah uang.
Sistem denda sebenarnya kurang baik, namun realita menyatakan lain. Pemberlakuan sistem denda bagi pelanggar kebersihan ternyata berhasil membebaskan kota dari ancaman sampah. Salah satu contoh, yaitu Bangil sebuah kota kecil yang tampak sangat menyenangkan. Kita akan sangat senang bila berada di tengah kota itu karena bersih dan sehat. Kotak-kotak sampah dipasang di tepi-tepi jalan. Tidak ada sedikitpun sampah yang tercecer di tanah. Semua orang yang melewati kota itu secara spontan ikut menjaga kebersihan kota. Mereka seakan-akan menerima amanat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan bersih itu merupakan cermin kedisiplinan masyarakat setempat yang dapat ditiru oleh siapa pun.

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Fajar_Khoir. Designed by OddThemes